Pengertian Referensi Menurut Para Ahli dan Contohnya

  • Bagikan
Pengertian Referensi
Pengertian Referensi

Pengertian Referensi Menurut Para Ahli dan Contohnya – Secara umum pengertian referensi adalah suatu informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau sumber acuan untuk mempertegas suatu pernyataan yang disampaikan. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa, arti referensi adalah sesuatu yang digunakan oleh seseorang si pemberi informasi untuk mendukung atau memperkuat sebuah pernyataannya. Jika dilihat secara etimologi, maka kata “referensi” ini berasal dari bahasa Inggris, yaitu kata “refer to” yang artinya adalah “mengacu pada” atau bisa juga “merujuk pada” sesuatu atau suatu pernyataan seseorang. Sehingga, kata referensi dapat diartikan sebagai sebuah rujukan yang menggambarkan sebuah informasi dari sumber terkait.

Pengertian Referensi

Adapun untuk referensi pada umumnya ini bisa dilihat dalam bentuk faktual ataupun non-faktual. Sedangkan referensi faktual pada umumnya adalah dalam bentuk objek statistik, faktual, kesaksian, dan lainnya. Sedangkan untuk referensi non-faktual pada umumnya berbentuk hipotesis, cerita, kutipan sastra, dan analogi.

Pada umumnya, apabila ada seseorang menyampaikan referensi pastinya orang tersebut memiliki tujuan yang hendak dicapai saat dirinya ingin mempertegas penyataannya kepada orang lain. Nah, agar kalian lebih mudah memahami apa sebenarnya tujuan dari referensi tersebut,maka berikut ini kami telah merangkum beberapa tujuan dari referensi tersebut.

Jadi, Referensi adalah sesuatu yang dipakai dalam pemberian sebuah informasi untuk memperkuat pernyataan dengan tegas. Atau biasa kita kenal juga dengan kata “rujukan”. Karena Referensi ini memkai faktual maupun non faktual. Adapun untuk jenis Referrensi faktual ini terdiri atas statistik kesaksian, contoh, serta objek faktual. Referensi ini juga bisa berrupa bentuk bukti, nilai-nilai, serta kredibilitas. Adapun untuk sumber materi referensi ialah tempat materi itu ditemukan.

Jenis-jenis Referensi

Adapun untuk materi referensi faktual serta non faktual ini ada pada bentuk berikut ini:

1# Bukti seperti, statistik, contoh-contoh dan kesaksian

Dalam hal ini adalah sebuah nilai-nilai yang dipakai oleh orang yang menerima argumentasi (orang banyak) dengan mempertimbangkan Kredibilitas pemberi informasi. Seperti halnya orang pemberi informasi mungkin mengarah pada pengalamannya sendiri untuk dapat meyakinkan si pendengarnya bahwa dia ialah orang yang cakap.

2# Karya Referensi

Adapun untuk karya referensi merupakan suatu bentuk tertentu dari sebuah publikasi atau buku ilmiah yang bisa digunakan untuk dasar atau gagasan pernyataan lewat fakta-fakta yang sudah teruji. Karya referensi ini bisa juga berupa sebuah dokumen eletronik ataupun fisik. Selain itu juga ada berupa buku cetak serta publikasi hasil dari riset, ada juga karya dokumnetasi fisik sering digunakan seperti kamus, , almanak, ensiklopedia, tesaurus, jurnal ilmiah, naskah otentik, katalog serta atlas. Sedangkan untuk jenis data dari dokumen elektronik bisa berupa DVD, CD-ROM, data file rekaman, program aplikasi, ataupun data dari internet.

Tujuan Pembuatan Referensi

Berikut ini adalah beberapa tujuan dalam pembuatan suatu referensi yang perlu kita ketahui, diantaranya sebagai berikut:

Agar Memperkuat Teori Dan Argumentasi

Referensi digunakan untuk bahan penunjang dari sebuah teori atau argumentasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Referensi juga dapat menjadi suatu landasan pada penyampaian suatu argumentasi, sehingga hal tersebut mempunyai dasar yang kuat serta bisa diterima oleh masyarakat banyak sebagai pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan.

Menghindari Plagiarisme

Pemakaian referensi juga bertujuan agar tidak terjadinya suatu tindakan plagiat atas hasil karya orang lain. Jadi, sebuah tulisan pada umumnya ini menjadi hak kekayaan intelektual si penulis secara mutlak. Maka jika ada seseorang penulis yang memakai terori tersebut, kalimat ataupun pendapat yang dipakai tersebut dari sumber lain harus mencantumkan asal sumbernya dengan jelas.

Menghargai Karya Orang Lain

Referensi juga butuh dicantumkan karena ini untuk bentuk penghargaan atas hasil karya orang lain. Pada umumnya pendapat atau sebuah teori orang lain ini bisa diambil oleh kita semua serta bisa digunakan dengan gratis dalam melengkapi sebuah karya tulis. Maka ini adalah untuk bentuk suatu penghargaan yang perlu diberikan sebuah perujukan yang jelas terhadap sumber dari teori yang dituliskan dengan lengkap menggunakan metode atau cara penulisan referensi tertentu.

Memberikan Informasi Kepada Pembaca

Referensi juga memiliki maksud dan tujuan untuk memberikan informasi kepada para pembaca pada sumber asli serta lengkap dari suatu pendapat atau teori. Dengana adanya referensi itu maka para pembaca dapat menemukan informasi itu dengan lebih lengkap sesuai dengan kebutuhannya.

Contoh Referensi

  • Smith, J. (2005a). Harvard Referencing. London: Jolly Good Publishing.
  • Smith, J. (2005b). Dutch Citing Practices. The Hague: Holland Research Foundation.

Perlu kalian ketahui dalam menuliskan kota tempat penerbit, kota yang telah dikenal secara internasional (seperti London atau New York) maka yang dikutip hanya kotanya saja. Bila nama kotanya itu kurang dikenal secara Nasional, internasional, baik itu nama negaranya atau provinsi juga disertakan.

Contoh dari referensi jurnal

  • Smith, John Maynard. (1998). The origin of altruism. Nature 393: 639–40.

Nah biasanya artikel surat kabar biasanya dikutip dalam bentuk teks tapi dihilangkan dalam bagian “Daftar rujukan”. Contohnya seperti pada pengutipan surat kabar formal berikut ini:

  • Bowcott, O. (2005, 18 October). “Protests halt online auction to shoot stag”, The Guardian. Diakses 7 Februari 2006.

Bila publikasinya offline:

Bowcott, O. (18 Oktober 2005). Protests halt online auction to shoot stag. The Guardian.

Sumber Referensi

Berikut dibawah ini terdapat beberapa sumber referens yang bisa kalian lihat, terdiri atas:

1# Memesan

Kita tahu bahwa buku adalah sumber referensi yang paling sering digunakan dan sangat direkomendasikan untuk menulis sebuah karya ilmiah. Selain buku menjadi sumber referensi, dalam mengambil referensi disarankan juga untuk menggunakan buku-buku terbitan terbaru, dengan begini sehingga teori yang kita kutip adalah teori yang diperbarui atau penyesuaian dalam penyempurnaan teori yang sebelumnya.

2# Surat Kabar/ Majalah

Surat kabar atau disebut dengan majalah bisa juga menjadi salah satu referensi, walaupun ini jarang digunakan, karena sulit untuk menemukan teori atau argumen yang cukup relevan dengan tulisan. Selain itu, surat kabar dan majalah jarang sekali disimpan untuk waktu yang lama atau ini tidak dirancang untuk disimpan seperti buku di perpustakaan.

3# Jurnal

Jurnal penelitian juga dapat digunakan sebagai referensi, baik jurnal cetak maupun yang ada di internet atau online.

4# Internet

Sumber referensi di Internet juga dapat digunakan sebagai referensi dengan mempertimbangkan kredibilitas situs (situs terpercaya) yang digunakan sebagai bahan referensi. Biasanya, penggunaan sumber dari Internet ini cukup terbatas dalam penulisan artikel ilmiah tertentu, karena tulisan yang diambil dari kutipan Internet melalui situs web atau blog umumnya ditulis oleh orang bukan para ahli yang tidak dapat memenuhi standar ilmuwan. Meskipun ada juga artikel yang dapat digunakan sebagai bahan referensi, namun pada umumnya jumlahnya sangat terbatas dan juga sangat ketat dalam pemilihan situsnya.

Contoh Referensi

Berikut ini terdapat beberapa contoh referensi, terdiri atas:

  • Schoomaker, Alan N. 1993. Memenangkan Negoisasi. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.
  • Meredith, Geofrey G. 2000. Kewirausahaan: Teori dan Praktek. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.

Contoh Referensi Diambil dari Buku

Berikut ini terdapat beberapa contoh referensi diambil dari buku, terdiri atas:

  • Budiyanto, Agus Krisno. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang/UMM Pres Malang.
  • Dorland, W. A. Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Terj. Huriawati Hartato, dkk; ed Huriawati Hartanto, dkk. Jakarta: ECG.
  • Ilmu Kesehatan Anak. Jilid I.(Eds.).2002. Jakarta: FKUI.
  • Sodiaoetama, Achmad Djaeni. 2400. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta Timur: PT Dian Rakyat.
  • Suharjo.2005.Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Utoro, Racmi. 2002. Deteksi Dini Xeroftalmia. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat, dan Hellen Keller Indonesia.

Contoh Referensi Diambil dari Internet

Berikut ini terdapat beberapa contoh referensi diambil dari internet, terdiri atas:

  • Arief, Irfan. ”Memulihkan Depresi, Mencegah Bunuh Diri”. http://www.pjnhk.go.id, diakses 22 Desember 2008.
  • Wikipedia Indonesia. “Bunuh Diri”. http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri, diakses 22 Desember 2008.
  • Wikipedia Indonesia. “Depresi”. http://id.wikipedia.org/wiki/Depresi, diakses 22 Desember 2008.
  • Yayasan Spritia. “Depresi”. http://spiritia.or.id/depresi-pdf , diakses 22 Desember 2008.

Akhir Kata

Nah, demikianlah untuk pembahasan mengenai Pengertian Referensi, Tujuan, Jenis, Sumber dan Cara Membuat Referensi yang dapat kami sajikan. Semoga dengan adanya ulasan ini bisa dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua, terima kasih banyak atas kunjungannya sampai jumpa pada ulasan yang lainnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page